Sunday, January 19, 2014

VITAMIN B12

VITAMIN B12

Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari bahasa latin “vita” yang artinya hidup dan amina yang yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen, karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.
Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.
Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban manusia. Sudah sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai salah satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Seiring dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, berbagai hal dan penelusuran lebih mendalam mengenai vitamin pun turut diperbaharui. Garis besar sejarah vitamin dapat dibagi menjadi 5 era penting.[6] Disetiap era tersebut, terjadi suatu kemajuan besar terhadap senyawa vitamin ini yang diakibatkan oleh adanya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.


Biokimia vitamin B2
1.      Struktur kimia








 

 

 

 

 

Riboflavin terdiri dari cincin trisiklik bernama isoalloxazine yang berikatan dengan derivat alkohol yaitu ribitol. Riboflavin yang telah mengalami fosforilasi akan menjadi FMN (flavin mononukleotida) atau FAD (flavin adenina dinukleotida). FMN dan FAD berperan penting dalam reaksi redoks dalam tubuh karena FMN dan FAD merupakan kofaktor enzim dengan berikatan dengan enzim-enzim oksidoreduktase sebagai gugus prostetik. Vitamin B2


2.      Sifat sifat atau peranan dalam enzim tertentu
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
Vitamin B2 (riboflavin) penting dalam pemeliharaan kesehatan kulit (bibir), mata, selubung saraf, otot, dan tulang. Vitamin B2 bersama vitamin B1 membantu tubuh menghasilkan energy dan mempengaruhi enzim yang penting bagi otot, saraf, dan hati. Vitamin B2 juga memiliki peranan penting dalam pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak.
3.      Defisiensi vitamin B2
Defisiensi (kekurangan) vitamin B2 akan menimbulkan gejala-gejala klinis seperti, insomnia (tidak dapat tidur), anemia, pusing, depresi, lebih sensitive terhadap cahaya, mata merah, gatal, dan perih, penglihatan kabur, katarak, rasa nyeri di sudut mulut, radang lidah, mulut, dan hidung, nyeri tenggorokan, gangguan kulit seperti kulit berminyak/bersisik (terutama di sekitar mulut dan hidung), komedo, jerawat, rambut rontok yang sangat parah.
Kekurangan vitamin B jarang terjadi kecuali pada daerah-daerah dimana makanan terutama berupa padi giling.
Kekurangan vitamin ini juga bisa terjadi pada:
·         Peminum alkohol
·         Penderita penyakit hati
·         Penderita diare menahun
Gejala       :                                           
Gejala yang paling sering terjadi adalah luka terbuka disudut mulut,yang diikuti dengan bibir pecah-pecah,yang bisa meninggalkan jaringan parut. Jika di daerah mulut terjadi Thrush (suatu infeksi jamur) akan tampak bercak-bercak putih keabuan  warna lidah menjadi magenta dan pada di daerah antara hidung dan bibir muncul bercak-bercak berminyak (seboroik)
Kadang tumbuh pembuluh darah kedalam kornea menyebabkan mata silau, pada laki-laki kulit buah zakar mengalami peradangan.
4.      Sumber-sumber Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) bisa diperoleh dari sumber alami seperti, susu, telur, sayu-sayuran hijau, keju, hati, jeroan, ragi, daging dan roti.
BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN

Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Defisiensi (kekurangan) vitamin B2 akan menimbulkan gejala-gejala klinis seperti, insomnia (tidak dapat tidur), anemia, pusing, depresi, lebih sensitive terhadap cahaya, mata merah, gatal, dan perih, penglihatan kabur, katarak, rasa nyeri di sudut mulut, radang lidah, mulut, dan hidung, nyeri tenggorokan, gangguan kulit seperti kulit berminyak/bersisik (terutama di sekitar mulut dan hidung), komedo, jerawat, rambut rontok yang sangat parah.  Vitamin B2 (riboflavin) bisa diperoleh dari sumber alami seperti, susu, telur, sayu-sayuran hijau, keju, hati, jeroan, ragi, daging dan roti.


DAFTAR PUSTAKA

Sri Iswari,Retno dan Ari Yuniastuti.2006.BIOKIMIA.Yogyakarta:Graha ilmu.





0 comments:

Post a Comment